Tentang Buku Ini
Sebagai sebuah pemikiran, diskursus Islam wasathan menjadi semakin seksi, di tengah-tengah semakin nyaringnya gaung identitas Islam ideologis seperti, Islam Wahabi, Salafi, Syiah dan lain sebagainya. Islam wasathan yang di Indonesia merupakan hasil interaksi, interpretasi serta vernacularisasi dari Islam universal dengan mempertimbangkan istiadat lokal, menjadikan Islam Indonesia berbeda dengan Islam Arab, Eropa, Afrika dan lain sebagainya. Vervularisasi atau pembanderahan bahasa Arab ke dalam bahasa lokal, terasa sangat kental di negeri ini. Dengan vervularisasi seperti ini, ajaran Islam menjadi embedded atau melekat dan berkelindan dengan budaya bangsa.
Karenanya, tidak heran bila seorang orientalis dan penasihat urusan pribumi untuk kolonialis Belanda, Cristian Snouck Hurgronje (1857-1936), mengatakan bahwa tidak masuk akal mengamalkan Islam bisa direformasi, hanya kembali kepada Al-Qurโan atau dengan memperbarui (sebuah karya) yurisprudensi. Gerakan reformasi apapun yang mengklaim ke sumber asli, sama saja dengan yang menyangkal sejarah.
Penulis buku ini ikut meramaikan diskursus tersebut dengan menjajakan Islam wasathan kepada tradisi pesantren, baik pesantren tradisional, modern, maupun komprehensif. Sebagai bahan-bahan bacaan, referensi dan pedoman manajerial dalam pembentukan suatu sistem yang moderatif, buku yang ada di tangan para pembaca ini sangat cocok untuk menjadi rujukan dalam hal tersebut.
Informasi Detail
| Judul Buku |
MANAJEMEN PESANTREN: MONO-PERSPEKTIF SUPREMASI MODERASI BERAGAMA |
| Penulis |
|
| Kategori |
Pendidikan |
| Tahun Terbit |
2020 |
| ISBN |
978-623-7364-83-2 |
| Jumlah Halaman |
216 halaman |
| Media Terbitan |
Digital |
| Tahun Terbit |
2020 |
| Dimensi |
- |
| Jenis Cover |
Physical |
| Stok |
Habis
|