Tentang Buku Ini
Melihat latar belakang penyairnya dari pesantren, kita mungkin berpikir karyanya bisa dilabeli “sastra sufi”, sebuah jargon yang diperkenalkan pertama kali, misalnya, oleh Abdul Hadi W.M. saat membaca puisi-puisi Amir Hamzah. Namun, jika membaca secara cermat lirik-lirik dari puisi Siluet Senja, paham kesatuan mistis konvensional itu ternyata dipertanyakan. Bagi saya, Siluet Senja tidak selalu mengekspresikan persatuan penuh dengan Sang Pencipta, melainkan juga penyangkalan terhadapnya. Penyangkalan ini bahkan muncul lebih tajam dalam puisi “Pagi Ini”, di mana hubungan antara Tuhan dan manusia dibayangkan seperti seorang pendamba yang tak pernah selesai melakukan pencarian: Pagi ini/Ada rasa, duka lara/Ada rasa, sakit membelit/Ada asa yang tak sekadarnya/Ada rindu yang menggebu/Ada rintih yang menggigil/Ada kasih yang tak memilih/Ada impian yang tak sampai/Air mata yang merintai/Ada aku yang haus kasih-Mu!
Achmad Fawaid, Dosen Universitas Nurul Jadid
Informasi Detail
| Judul Buku |
SILUET SENJA: KUMPULAN PUISI |
| Penulis |
|
| Kategori |
Sastra |
| Tahun Terbit |
2023 |
| ISBN |
978-623-6757-47-5 |
| Jumlah Halaman |
101 halaman |
| Media Terbitan |
Digital |
| Tahun Terbit |
2023 |
| Dimensi |
- |
| Jenis Cover |
Physical |
| Stok |
Habis
|